Story migrasi domain controller

Hari sabtu tanggal 15 November 2014 saya dan rekan saya berencana melakukan migrasi domain controller di salah satu kantor lawyer di daerah Bursa efek Jakarta. Kebetulan saya dan rekan saya gabung dengan it-konsultan yang bermarkas di daerah kuningan jakarta. Awal mula mampir dulu di kuningan. selanjutnya bersama-sama ke kantor client. Sulitnya untuk mengecek server menjadi kendala pertama akan dikerjakannya migrasi. Server domain controller tersebut tidak boleh di remote dari luar. Hasilnya setelah saya dan rekan saya sampai di kantor client. Saya mulai diagnosa domain controller yang akan di migrasikan. Hasil diagnosa cukup mengagetkan. banyak sekali error yang saya temui. Hingga waktu yang di sediakan habis untuk migrasi, saya masih berkutat dengan error yang saya temukan. Akhirnya saya memaksakan diri untuk migrasi. Migrasi berjalan dengan lancar. Namun setelah migrasi hasil yang saya dapatkan setelah mengdiagnosa masih terdapat error yang dibawa dari domain controller sebelumnya. Saya mulai khawatir dengan keadaan itu. Dan lima menit kemudian salah seorang IT-konsultan menyatakan, bahwa server yang baru akan dimatikan karena power listrik dari server tersebut blum ter-cover UPS. Saya hanya geleng-geleng kepala saat itu. Dengan terpaksa saya mengizinkan walaupun saat itu memang belum harus dimatikan. Kekecewaan saya akhirnya muncul setelah server kembali up, banyak perubahan yang ter jadi. Jam server menjadi berubah, error makin banyak, saya pun akhirnya menyatakan kalau migrasi ini gagal dilakukan.

Please follow and like us:

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp us